Pemuda Waspada Dalam Menghadapi Bencana

Pemuda Waspada Dalam Menghadapi Bencana

Pemuda Tangguh dan Waspada Dalam Menghadapi Bencana

Pemuda Waspada Dalam Menghadapi Bencana. Indonesia adalah negara yang rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, penting bagi kita semua, terutama pemuda, untuk menjadi tangguh dan waspada dalam menghadapi bencana.

Pemuda Tangguh

Pemuda memiliki peran penting dalam membangun ketahanan bencana di Indonesia. Sebagai generasi muda, kita memiliki energi, semangat, dan kreativitas yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi bencana. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk menjadi tangguh dalam menghadapi bencana:

  1. Meningkatkan pengetahuan tentang bencana: Pemuda harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di daerahnya. Dengan pengetahuan yang cukup, pemuda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan mengurangi risiko.
  2. Mengikuti pelatihan dan latihan: Pemuda dapat mengikuti pelatihan dan latihan yang diselenggarakan oleh pemerintah, organisasi non-pemerintah, atau lembaga pendidikan untuk mempelajari keterampilan dasar dalam menghadapi bencana seperti pertolongan pertama, evakuasi, dan pemulihan pasca bencana.
  3. Bergabung dengan relawan bencana: Pemuda dapat bergabung dengan relawan bencana di daerahnya. Dengan menjadi relawan, pemuda dapat membantu dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan pasca bencana.
  4. Membangun jejaring dan kerjasama: Pemuda dapat membangun jejaring dan kerjasama dengan pemuda lain, organisasi pemuda, dan lembaga terkait untuk saling mendukung dalam menghadapi bencana. Melalui kerjasama, pemuda dapat bekerja sama dalam mengumpulkan dan mendistribusikan bantuan, serta membantu dalam proses pemulihan pasca bencana.

Waspada dalam Menghadapi Bencana

Selain menjadi tangguh, pemuda juga perlu waspada dalam menghadapi bencana. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana:

  1. Mengikuti informasi dan peringatan bencana: Pemuda harus mengikuti informasi dan peringatan bencana yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga terkait. Dengan mengetahui informasi tersebut, pemuda dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi bencana.
  2. Membuat rencana darurat: Pemuda dapat membuat rencana darurat yang mencakup langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi bencana seperti jalur evakuasi, titik kumpul, dan kontak darurat.
  3. Mempersiapkan perlengkapan darurat: Pemuda perlu mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air bersih, obat-obatan, senter, dan lain-lain. Perlengkapan ini dapat membantu pemuda bertahan dalam situasi darurat pasca bencana.
  4. Mengedukasi masyarakat sekitar: Pemuda dapat mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi bencana. Dengan mengedukasi masyarakat, pemuda dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang bencana.

Kesimpulan

Pemuda memiliki peran penting dalam membangun ketahanan bencana di Indonesia. Dengan menjadi tangguh dan waspada, pemuda dapat membantu masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui pengetahuan, keterampilan, kerjasama, dan kewaspadaan, pemuda dapat berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana dan pemulihan pasca bencana.

Sukabumi, Anugrah Hotel—Gelaran volume II dicanangkan kembali oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda melalui Asisten Deputi Orgaisasi Kepemudaan dan Kepramukaan (OKK) mengadakan Pendidikan bagi Organisasi Kepemudaan di Sukabumi, sebagai kelanjutan dari program Menteri Pemuda dan Olahraga, Collab Rangger, dengan tema “Kewaspadaan Pemuda Dalam Menghadapi Bencana”. Bertempat di Ball Room Diamond Hall Hotel Anugrah Sukabum.

Program dan Kegiatan yang diinisiasi oleh Deputi Bidang Permberdayaan Pemuda, melalui Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan  tersebut menginginkan agar para pemuda tidak hanya mengenal Kepemimpinan Pemuda dan Kepeloporan Pemuda, namun dapat mengenal pula isu ke-tanggap bencana-an secara baik dan benar, mengingat bahwa Indonesia merupakan Negara Kepulauan dalam lingkup “Rings of Fire”.

Pemuda Waspada Dalam Menghadapi Bencana

Dalam laporannya, Rinilda AP, salah satu pananggungjawab dalam tertentu di Asisten Deputi OKK, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini dibuat untuk meningkatkan kapasitas pemuda, khususnya di bidang tanggap bencana. Salah satu alasan mengapa pentingnya pemuda mengenal ke-tanggap bencana-an adalah  “Indonesia merupakan negara kepulauan dalam lingkup ring of fire, dengan multi level bencana yang hadir dan mengancam seluruh masyarakat, warganya, serta penduduk penghuninya. Oleh karenanya, pemuda perlu paham dan tanggap akan isu tersebut, sebab sebagai satu rangkaian program talkshow di Jakarta,  jelas Rinilda. Beliau berharap pula bahwa acara talkshow ke-tanggap bencana-an ini dapat menumbuhkan kesadaran bagi pemuda untuk tanggap saat bencana belum terjadi, tegas Rinilda.

Dalam kesempatan yang sama, hadir secara  online sekaligus membuka pelatihan tersebut, Asrorun Ni’am Sholeh, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda. Di dalam kata sambutannya beliau meminta para pemuda agar dapat lebih responsif dan cekatan di dalam memberikan tanggapan atas bencana di daerah dimana pemuda itu sendiri berada. Sebab hal sama juga diutarakan pula oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Sukabumi, Tejo Condro Nugroho, bahwa gen’z bukan merupakan generasi rebahan, tapi generasi canggih yang harus mampu mengatasi problema daerahnya.

Pemuda Waspada Dalam Menghadapi Bencana

Sekaligus Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan, Amar Ahmad, pun di dalam menjelaskan materi pendidikannya, menyampaikan bahwa acara collab rangers merupakan arahan direktif Menteri Pemuda dan Olahraga, dan kegiatan hari Jum’at ini (15/12/2023) sukses berkat dukungannya, sinergi dan kerjasama IRES,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat dan Daerah adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang mempunyai tugas membantu Presiden Republik Indonesia dalam melakukan penanggulangan bencana sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, Kwarda Jawa Barat dan Kwartir Pramuka Sukabumi, Organisasi Kepemudaan Daerah dan Pihak– pihak lain yang berkaitan dan terkait, tegas Amar dalam penjelasan nya. Dan meminta para pemuda untuk tidak hanya semangat dalam belajar kepemimpinan namun semangat dalam tanggap bencana, ungkap Amar secara kongkrit.

Pemuda Waspada Dalam Menghadapi Bencana

Acara Pelatihan ini dihadiri oleh lebih kurang lebih dari 60 orang perwakilan dari organisasi kepemudaan dan Kepramukaan, BNPB Jawa Barat, Kota Sukabumi, dan IRES sebagai narasumbernya. Melalui kegiatan pelatihan ini, semoga pemuda Indonesia bisa tumbuh dan tangguh, serta tanggap bencana.

By joni