Jadi Pembicara di The Futuris Summit

Jadi Pembicara di The Futuris Summit

Jadi Pembicara di The Futuris Summit, Menpora Dito Ajak Kaum Muda Kenali Diri Sendiri

Jadi Pembicara di The Futuris Summit. Pada tanggal 15 Oktober 2021, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Bapak Dito Ganinduto menjadi pembicara di acara The Futuris Summit yang diadakan di Jakarta. Dalam pidatonya, Menpora Dito mengajak kaum muda untuk mengenali diri sendiri dan menemukan passion mereka.

The Futuris Summit merupakan acara yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda Indonesia. Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, dan pemuda yang sedang memulai karir mereka.

Menpora Dito mengawali pidatonya dengan mengatakan betapa pentingnya mengenali diri sendiri. Menurutnya, banyak orang yang terjebak dalam rutinitas dan ekspektasi orang lain sehingga mereka kehilangan jati diri mereka. Dengan mengenali diri sendiri, seseorang dapat menemukan passion dan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadiannya.

Menpora Dito juga menekankan pentingnya mengejar passion dalam hidup. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang melakukan sesuatu yang mereka cintai, mereka akan merasa lebih termotivasi dan bahagia. Passion adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dan kepuasan dalam hidup.

Selain itu, Menpora Dito juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menemukan passionnya. Ia bercerita bahwa sejak kecil, ia sudah memiliki ketertarikan dalam bidang olahraga. Ia aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga dan akhirnya memutuskan untuk memilih karir di bidang olahraga.

Menpora Dito juga mengajak para peserta untuk berani mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang keluar dari zona nyaman mereka, mereka akan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Mencoba hal-hal baru juga dapat membantu seseorang menemukan passion yang sebenarnya.

Jadi Pembicara di The Futuris Summit

Di akhir pidatonya, Menpora Dito memberikan beberapa tips kepada para peserta untuk mengenali diri sendiri dan menemukan passion mereka:

  1. Luangkan waktu untuk merenung dan memikirkan apa yang benar-benar Anda sukai dan ingin capai dalam hidup.
  2. Perhatikan kegiatan atau hobi yang membuat Anda merasa bersemangat dan terinspirasi.
  3. Berani mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman Anda.
  4. Berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama atau sejenis dengan Anda.
  5. Belajar dari pengalaman dan kesalahan Anda. Jangan takut untuk gagal, karena itu adalah bagian dari proses mengenali diri sendiri.

Menpora Dito berharap bahwa dengan mengenali diri sendiri dan menemukan passion, generasi muda Indonesia dapat mencapai kesuksesan dan memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara.

The Futuris Summit merupakan acara yang sangat inspiratif dan bermanfaat bagi para peserta. Pesan dari Menpora Dito tentang pentingnya mengenali diri sendiri dan menemukan passion akan menjadi motivasi bagi banyak orang untuk mengejar impian dan mencapai kesuksesan.

Sebagai generasi muda, kita harus berani mengambil langkah-langkah untuk mengenali diri sendiri dan menemukan passion kita. Dengan melakukan hal ini, kita dapat hidup dengan lebih bermakna dan meraih kesuksesan sesuai dengan kepribadian dan minat kita.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menjadi pembicara pada sesi diskusi dalam acara “The Futuris Summit 2023″ bertema “Future Talent: Preparing the Humans Fit For Our Imagined Future” di Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/12) siang.

Jadi Pembicara di The Futuris Summit

Dalam pemaparannya, Menpora menyampaikan inisiatif transformasional yang sudah dan sedang dilakukan di Kemenpora. Kata Menpora, Kemenpora telah memiliki pakem program yang dianggap sudah relatif baik. Program-program ini kemudian dikemas secara kekinian menyesuaikan perkembangan zaman.

Program-program tersebut di antaranya program Pesta Prestasi di bidang kepemudaan serta Kejuaraan Antarkampung dalam bidang keolahragaan. Pesta Prestasi misalnya, yang sebelumnya hanya berfokus pada kompetisi band, kini juga mempertandingkan sektor lain meliputi seni lukis, mural, doodle art, dansa, hingga drama.

“Hal-hal seperti itu yang kami lakukan agar Kemenpora ini bisa berakselerasi menjadi Kementerian Pemuda dan Olahraga yang benar-benar relevan dengan anak muda,” terang Menpora Dito.

Lebih lanjut Menpora memaparkan perihal korelasi antara olahraga dengan kepemimpinan di kalangan anak muda. Menpora Dito menyebut pembentukan karakter ini memang bisa terjadi melalui kegiatan keolahragaan. Pasalnya olahraga memiliki banyak nilai yang bisa berguna dalam kehidupan sehari-hari.

“Di olahraga itu ada nilai-nilai bagaimana kita mengontrol emosi, bagaimana kita mengontrol, mengoordinasikan antara pikiran, otot, dan hati juga,” terang Menpora.

Selain itu di dalam olahraga tim misalnya, memberikan pelajaran untuk bekerja sama dalam meraih kemenangan. Memberikan pelajaran tentang kapan mesti tampil, kapan mesti menahan diri.  Hal-hal tersebut dinilai bisa berguna di sektor selain olahraga, misalnya dalam kehidupan berorganisasi.

Menutup pemaparannya, Menpora Dito menyampaikan pesan kepada kaum muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Yaitu harus benar-benar bisa mengenali diri sendiri, mengetahui kelemahan dan juga keunggulan yang dimiliki.

Jadi Pembicara di The Futuris Summit

“Dari mengenali diri dan tahu kelemahan serta keunggulan itulah dapat diketahui langkah untuk ke depannya. Setelah itu baru diputuskan, dalam mengejar impian dan juga arah profesi yang diinginkan,” jelas Menpora.

“Saya yakin jika kita sudah memiliki mindset yang positif, arah-arah yang kita mau, pasti kita akan terbawa ke tujuan yang kita mau. Jadi embrace yourself,” tutup Menpora Dito.

Diketahui, The Futurist Summit merupakan konferensi bertema futuris pertama di Indonesia yang digelar Pijar Foundation. Acara ini menghadirkan suguhan unik diskusi panel berbalut pertunjukan teater dan akan mengkatalisasi kolaborasi lebih dari 1.100 pemain strategis dari berbagai sektor dan generasi se-Indonesia untuk visi Indonesia 2045.

Adapun Menpora Dito menjadi pembicara dalam panel kedua bersama dua pembicara lainnya yaitu Sultan Mangkunegaran KGPAA Mangkoenagoro X dan Jefrey Joe selaku Co-Founder and General Partner of Alpha JWC Ventures.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis

By joni